Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa negara mana pun yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran harus siap menanggung akibatnya dan bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.
Ancaman ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan menyerang kompleks terowongan Gunung Pickaxe di Iran yang diduga menyimpan program nuklir negara tersebut. Trump menyatakan serangan bisa terjadi dalam waktu dekat dan akan dilakukan dengan kekuatan yang sangat hebat.
Beberapa unit pesawat pengebom strategis Angkatan Udara AS, B-1 Lancer, dilaporkan telah meninggalkan Inggris tidak lama setelah ancaman Trump disampaikan. Namun, tujuan operasi pesawat-pesawat tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Keputusan Inggris untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS memicu ketegangan diplomatik baru di kawasan Timur Tengah. Iran menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pihak yang mendukung agresi militer terhadap negaranya.
Artikel Terkait
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran Jika Serang Kapal di Selat Hormuz
Rudal Iran Tembus Pertahanan AS di Yordania, 3 Prajurit Tewas dan Puluhan Terluka
53 Orang Tewas Akibat Serangan AS ke Iran, Korban Luka Capai 592 Jiwa
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket