Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa negara mana pun yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran harus siap menanggung akibatnya dan bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.
Ancaman ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan menyerang kompleks terowongan Gunung Pickaxe di Iran yang diduga menyimpan program nuklir negara tersebut. Trump menyatakan serangan bisa terjadi dalam waktu dekat dan akan dilakukan dengan kekuatan yang sangat hebat.
Beberapa unit pesawat pengebom strategis Angkatan Udara AS, B-1 Lancer, dilaporkan telah meninggalkan Inggris tidak lama setelah ancaman Trump disampaikan. Namun, tujuan operasi pesawat-pesawat tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Keputusan Inggris untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS memicu ketegangan diplomatik baru di kawasan Timur Tengah. Iran menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pihak yang mendukung agresi militer terhadap negaranya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan