Departemen Keuangan AS saat ini masih mempelajari rincian kerusakan dan total nilai aset Iran yang akan digunakan. Proses pengambilan aset tersebut masih dalam tahap finalisasi untuk memastikan kepatuhan hukum.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah mengusulkan rencana ini sejak Juni lalu. Penilaian yang sedang berlangsung mencakup biaya perbaikan kapal yang ditembak, kerugian muatan kargo, serta dampak terhadap negara-negara di Timur Tengah yang menjadi sasaran serangan Iran.
Namun, para pengamat memperingatkan bahwa pengambilan paksa aset Iran bisa memengaruhi negosiasi mengenai program nuklir Iran dan stabilitas keamanan di kawasan. Iran dipastikan tidak akan tinggal diam menghadapi perampasan asetnya.
Sementara itu, pejabat AS enggan mengomentari dasar hukum untuk merampas aset Iran hingga potensi dampak diplomatik yang mungkin timbul. Keputusan ini terus menjadi perhatian internasional mengingat sensitivitas hubungan AS-Iran.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan