Departemen Keuangan AS saat ini masih mempelajari rincian kerusakan dan total nilai aset Iran yang akan digunakan. Proses pengambilan aset tersebut masih dalam tahap finalisasi untuk memastikan kepatuhan hukum.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah mengusulkan rencana ini sejak Juni lalu. Penilaian yang sedang berlangsung mencakup biaya perbaikan kapal yang ditembak, kerugian muatan kargo, serta dampak terhadap negara-negara di Timur Tengah yang menjadi sasaran serangan Iran.
Namun, para pengamat memperingatkan bahwa pengambilan paksa aset Iran bisa memengaruhi negosiasi mengenai program nuklir Iran dan stabilitas keamanan di kawasan. Iran dipastikan tidak akan tinggal diam menghadapi perampasan asetnya.
Sementara itu, pejabat AS enggan mengomentari dasar hukum untuk merampas aset Iran hingga potensi dampak diplomatik yang mungkin timbul. Keputusan ini terus menjadi perhatian internasional mengingat sensitivitas hubungan AS-Iran.
Artikel Terkait
Gempa Jepang Hari Ini: Listrik Padam, Mal Roboh, Ribuan Warga Mengungsi
Pangeran Saudi Tewas Overdosis di Hotel Mewah London Usai Jalani Rehabilitasi
Tragedi Pembunuhan Saat Imlek: Suami Cemburu Habisi Tetangga Karena Selingkuhi Istri
Gempa M7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan