Korban Tewas di Mal Aeon Didominasi Karyawan Toko
Juru bicara Aeon, perusahaan pengelola mal tersebut, mengonfirmasi bahwa tujuh orang yang tewas di lokasi tersebut merupakan pegawai gerai yang menyewa tempat di bangunan mal. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi terbesar dalam rangkaian bencana gempa Jepang kali ini.
Pencarian Juga Dihentikan di Pabrik Kertas
Sebelumnya, pada Jumat (31/7/2026), petugas juga telah menghentikan pencarian korban di sebuah pabrik kertas yang cerobong asapnya ambruk akibat guncangan. Di lokasi tersebut, tim penyelamat menemukan sembilan jenazah dan berhasil mengevakuasi dua orang dalam kondisi selamat.
Dampak Gempa: Ribuan Warga Mengungsi
Gempa bumi dahsyat ini juga memaksa lebih dari 9.000 warga, yang sebagian besar merupakan lansia, untuk mengungsi di tempat penampungan sementara. Data terbaru hingga 1 Agustus menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak akan tempat tinggal, makanan, dan layanan kesehatan masih menjadi prioritas utama bagi para pengungsi.
Sejarah Gempa di Kumamoto: Kilas Balik Tragedi 2016
Prefektur Kumamoto bukanlah wilayah yang asing dengan bencana gempa bumi. Pada tahun 2016, wilayah ini dilanda dua gempa bumi dahsyat yang menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 lainnya. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko seismik di kawasan ini dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Artikel Terkait
Iran Klaim Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS di Yordania, Eskalasi Konflik Timur Tengah Kian Memanas
14 Tentara Israel Dihukum Penjara Usai Desersi Massal di Pangkalan Sde Teiman
YouTuber Travel Thailand Hlun Solo Ditemukan Meninggal di Hotel Georgia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Arab Saudi Diam-Diam Bentuk Koalisi Internasional untuk Amankan Laut Merah dari Serangan Houthi