Reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di September 2025 ini disinyalir masih dipengaruhi Genk Solo.
Pengamat Citra Institute, Efriza, menilai jika publik mencermati reshuffle berjilid-jilid di September 2025 ini, maka ada potensi campur tangan kepentingan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
"Reshuffle di bulan September terlihat sifatnya bertahap, juga tarik-menarik kepentingan dengan Genk Solo misalnya," ujar Efriza yang dikutip dari RMOL, Jumat, 19 September 2025.
Menurutnya, reshuffle seharusnya merupakan momentum Presiden Prabowo untuk melakukan konsolidasi politik yang semakin kuat ke dalam, dan kerja pemerintahan semakin efektif.
Namun sayangnya, dari sejumlah menteri yang diganti pada Rabu, 17 September 2025, masih terdapat sejumlah orang yang punya kedekatan dengan Jokowi.
"Jika reshuffle 8 September lebih menegaskan upaya perbaikan kinerja dengan menggeser posisi-posisi strategis, maka reshuffle terbaru kemarin tampak sarat dengan dimensi politik," tutur Efriza.
Kendati begitu, dosen ilmu pemerintahan FISIP UNPAM itu meyakini, Presiden Prabowo akan terus memperkuat basis koalisi pemerintahan, dan memastikan stabilitas dukungan di parlemen.
"Sekaligus Presiden Prabowo melakukan upaya menyeimbangkan kepentingan antarpartai pendukung serta kebutuhan profesional di kabinet," demikian Efriza menambahkan.
Sumber: rmol
Foto: Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dokumen Setpres)
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?