MULTAQOMEDIA.COM - Tim SAR tidak lagi mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bangunan roboh Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur hingga Kamis (2/10/2025).
Hal ini membuat Tim SAR segera menurunkan alat berat untuk membongkar bangunan roboh tersebut.
Kepastian pembongkaran bangunan menggunakan alat berat itu diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto pada Kamis siang.
Suharyanto mengatakan bahwa hingga saat ini ada 59 orang sekitar pondok pesantren yang masih dinyatakan hilang.
Suharyanto belum bisa memastikan apakah 59 orang tersebut berada di dalam reruntuhan bangunan.
Namun kata Suharyanto, hingga Kamis dini hari pihaknya berupaya untuk mencari tanda-tanda kehidupan di dalam bangunan roboh tersebut.
Tim SAR gabungan sudah menggunakan alat-alat khusus untuk mencari suara atau tanda-tanda kehidupan di dalam reruntuhan.
Namun kata Suharyanto, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang didengar oleh Tim SAR gabungan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri