Adapun alasannya, kata Purbaya, dikhawatirkan jika pembangunan Ponpes Al Khoziny dilakukan dengan APBN, maka nanti ada beberapa pihak yang merasa iri.
“Jadi begini, saya udah ngomong begitu. Saya akan lihat. Udah ada tuh yang WA ke saya. Jangan, katanya. Nanti yang lain iri,” ungkapnya.
Bahkan kepada awak media, ia mengaku belum tahu apa keputusan terbaik yang mesti ia ambil. Meski begitu, Purbaya menegaskan keputusan akan diambil setelah proposal resmi diterima dan dipelajari secara menyeluruh.
“Saya nggak tahu bagaimana yang terbaik. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan bisa putuskan. Ada kayak-kayak tempat lain lah,” tambahnya.
Saat ditanya lebih lanjut soal siapa sosok pengirim pesan yang melarang dirinya untuk membiayai pembangunan Ponpes Al Khoziny. Ia hanya menjawab singkat dan enggan menyebutnya. "Ada kayak-kayak tempat lain lah," tukasnya
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri