KSAD Maruli Beberkan Alasan Biaya Sumur Bor di Daerah Bencana Capai Rp150 Juta
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan terkait pembangunan sumur untuk korban bencana dengan biaya mencapai Rp150 juta. Angka ini menjadi perhatian publik setelah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Maruli menegaskan bahwa sumur yang dibangun untuk wilayah terdampak bencana memiliki spesifikasi khusus, berbeda dengan sumur rumahan biasa. Kedalaman sumur harus mencapai titik mata air, berkisar antara 100 hingga 200 meter, untuk memastikan pasokan air yang besar dan berkelanjutan bagi banyak keluarga.
Perbedaan Sumur Desa dan Sumur Rumah Tangga
"Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp10 juta jadi tuh sumur, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang," jelas Maruli dalam jumpa pers di Dermaga Satangair TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1/2025).
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?