"Kami tidak tergiring atau pun tidak terpengaruh sedikit pun ya kalau dibilang Bang Eggi Sudjana tadi dalam video. Ini bukan masalah sok jago ya," tegas Rismon Sianipar dalam tayangan YouTube Metro TV, Sabtu (17/1/2026).
Rismon kemudian mengungkit fakta bahwa di awal kasus, Eggi Sudjana-lah yang sangat getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. "Padahal beliau sendiri yang mengundang kami ke UGM 15 April 2025. Kok sekarang," ujarnya.
Klaim Perjuangan untuk Negara, Bukan Pribadi
Rismon Sianipar menjelaskan bahwa inti perjuangan mereka adalah untuk perbaikan sistem seleksi KPU di masa mendatang, bukan sekadar masalah pribadi atau klaim jagoan. "Urusannya dengan kita bernegara," katanya.
Ia juga mempersilakan Eggi Sudjana untuk mundur jika tidak ingin melanjutkan perjuangan. "Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan gitu loh. Biarkan kami melanjutkan," kata Rismon dengan nada tinggi.
Rismon menegaskan bahwa perjuangan ini dilakukan untuk kepentingan negara. "Perjuangan ini untuk itu. Kalau saya kepentingan saya, saya mungkin minta maaf saja selesai kok ke Solo gitu loh. Ya mungkin pasti diterima," tukas Rismon Sianipar menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?