Namun, kondisi ideal tersebut justru menjadi bumerang ketika dibandingkan dengan realita yang dialami guru dan tenaga kesehatan honorer. Banyak dari mereka yang telah mengabdi puluhan tahun namun belum mendapat kepastian status dan kesejahteraan yang layak.
"Yang tidak adil, para nakes dan guru protes, terutama yang sudah mengabdi lama. Saya berharap ini jadi efek domino bagi presiden untuk menyelesaikan masalah PPPK guru dan kesehatan," tutur politikus PDIP tersebut.
Kesenjangan Gaji yang Memicu Protes: Sopir Antar Makanan vs Guru
Edy Wuryanto memberikan contoh konkret yang memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa sopir yang mengantarkan makanan untuk program bantuan gizi (MBG) justru menerima gaji yang lebih tinggi dibandingkan guru honorer yang bertugas mendidik anak-anak bangsa.
"Mereka kuliahnya berdarah-darah, kok tiba-tiba sama negara perlakuannya berbeda," pungkasnya. Ia mengimbau agar Presiden Prabowo Subianto segera menangani polemik ini agar tidak berlarut-larut dan memicu protes yang terus-menerus.
Kata kunci terkait: gaji SPPG, guru honorer, tenaga kesehatan honorer, PPPK, kesenjangan gaji PNS, tunjangan guru, kesejahteraan nakes, DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto, reformasi birokrasi.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri