Pengaruh Evangelis dalam Kebijakan Trump vs Iran: Analisis Dampak & Eskalasi Konflik

- Minggu, 08 Maret 2026 | 08:50 WIB
Pengaruh Evangelis dalam Kebijakan Trump vs Iran: Analisis Dampak & Eskalasi Konflik

Pengaruh Ekstremis Kristen dalam Kebijakan Trump Terhadap Iran

Kelompok Kristen fundamentalis dan Kristen Injili telah menjadi pendukung utama kebijakan agresi militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Dukungan ini tidak hanya teoritis, tetapi terwujud dalam aksi nyata dan akses langsung ke pusat kekuasaan.

Keterkaitan Erat Evangelis dengan Gedung Putih

Bukti kedekatan ini tampak jelas dalam acara doa di Ruang Oval Gedung Putih. Presiden Trump dikelilingi oleh pemimpin evangelis terkemuka seperti Pastor Paula White, Greg Laurie, Jentezen Franklin, dan Johnnie Moore. Mereka meletakkan tangan dan berdoa untuk presiden di tengah eskalasi konflik dengan Iran.

Paula White, yang memimpin Kantor Kepercayaan Gedung Putih, bahkan secara terbuka menyatakan bahwa menolak Trump sama dengan menolak Tuhan. Pernyataan ini menggambarkan tingkat loyalitas dan pengaruh yang luar biasa.

Dukungan Politik dan Eskatologi Evangelis

Dukungan politik dari kelompok ini sangat signifikan. Pada pemilu 2024, sekitar 80% pemilih Kristen Evangelis memilih Trump, yang menyumbang sekitar 26% dari total suara kemenangannya. Survei Pew Research Center 2025 menunjukkan 72% dari mereka masih menyetujui kinerja Trump.

Dukungan ini berakar pada eskatologi atau keyakinan tentang akhir zaman. Banyak dari kelompok ini meyakini bahwa dukungan tanpa syarat kepada Israel dan konflik di Timur Tengah adalah bagian dari penggenapan nubuatan Alkitab yang akan mendahului kedatangan Yesus Kristus kedua kali.


Halaman:

Komentar