Dino Patti Djalal Peringatkan Pemerintah Soal Risiko Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
Langkah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Donald Trump menuai respons kritis dari kalangan diplomat senior. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, memberikan peringatan keras agar pemerintah tidak terjebak dalam skema yang justru merugikan perjuangan rakyat Palestina.
Dalam pernyataan terbuka yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri, Dino mempertanyakan urgensi dan tingkat transparansi badan internasional baru ini. Kekhawatiran utamanya adalah adanya agenda terselubung di balik pembentukan dewan tersebut.
Kekhawatiran Dewan Perdamaian Gaza Jadi Proyek Real Estate
Dino Patti Djalal menyoroti potensi kuat bahwa proses perdamaian ini bisa berubah menjadi proyek bisnis real estate. Ia menegaskan, "Apa ada jaminan bahwa proses ini tidak akan menjadi proyek ‘real estate’ Trump atau internasional di Gaza yang akan mengesampingkan hak rakyat Palestina?"
Kekhawatiran ini muncul dari kemungkinan bahwa kepentingan komersial aktor internasional bisa mengalahkan pemulihan hak dan kedaulatan warga Palestina di tanah kelahiran mereka sendiri.
Artikel Terkait
Klarifikasi Lengkap Polemik Lele Marinasi di Program Makan Bergizi Gratis Pamekasan
Dokter Kamelia Diputus Ammar Zoni Lewat Surat, Ini Isi dan Tanggal Resminya
Fatwa Muhammadiyah: Trading Kripto Halal, Asal Tanpa Leverage dan Short Selling
Rieke Diah Pitaloka Ungkap Upaya Pembungkaman Saksi Kunci Kasus JICT di Rumah Sakit