Felix Siauw Kritik Prabowo Soal Board of Peace: "Ini Kezaliman yang Nyata"
Pendakwah Ustadz Felix Siauw memberikan kritik keras terhadap keputusan pemerintah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Inisiatif yang digagas Presiden AS Donald Trump ini ditandai dengan penandatanganan piagam oleh Presiden Prabowo Subianto di Davos, Swiss.
Dalam pernyataannya yang viral, Felix Siauw menyatakan, Itu menurutku jelas-jelas sebuah penjajahan gaya baru, kezaliman yang nyata. Ada yang petantang-petenteng merasa dia adalah pemilik dunia dan bisa menentukan apa saja yang mau dia buat terkhusus untuk Gaza, dan presiden kita ikut didalamnya.
Kritik Felix Siauw: Dari Penjajahan Pemikiran hingga Cara Berpikir Sesat
Felix Siauw mempertanyakan substansi dari inisiatif perdamaian tersebut. Coba dipikir, apa yang bisa diselesaikan dari sini? Menurutku inilah penjajahan pemikiran,
ujarnya. Ia memberikan analogi kuat, Kalau ada orang diperkosa, dibunuh, kita bilang dong, ini adalah kegilaan. Ini kesadisan. Tapi mereka malah bilang keselamatan Israel.
Lebih lanjut, ia menegaskan, Aku gak menuntut presiden kita untuk berpikir cerdas. Berpikir normal saja. Tapi malah berulang kali bilang kita harus menjaga keselamatan Israel. Bagiku itu bukan hanya gak normal, tapi cara berpikir yang sesat.
Apa Itu Board of Peace? Tugas dan Mandatnya
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Board of Peace adalah badan internasional yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta proses rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri