Badan ini juga diarahkan untuk memulihkan tata kelola sipil dan menjamin transisi menuju perdamaian berkelanjutan. Pembentukannya merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict dan telah mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025).
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Dukungan pada Israel
Usai penandatanganan, Presiden Prabowo menyebut momen tersebut sebagai kesempatan bersejarah
dan peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza.
Ia menegaskan kesiapan Indonesia berperan aktif sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan.
Namun, pernyataannya yang mengundang kontroversi adalah penegasan mengenai keamanan Israel. Saya juga terang-terangan mengatakan, perdamaian hanya bisa datang, kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanannya Israel, Israel pun juga harus dijamin keamanannya, baru kita bisa dapet perdamaian,
ujar Prabowo.
Respons Donald Trump dan Implikasi Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut BoP sebagai salah satu inisiatif perdamaian paling penting dan berpotensi bersejarah. Trump menekankan bahwa BoP dihimpun dari para pemimpin dunia yang memiliki pengaruh besar untuk mendorong perdamaian global.
Keputusan Indonesia bergabung dengan BoP dan pernyataan Presiden Prabowo ini memicu perdebatan publik, menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal vokal mendukung kemerdekaan Palestina.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri