Mustoha menilai isu ijazah palsu Jokowi sengaja digiring ke hal-hal yang tidak substansial, seperti perdebatan tentang nominal materai dan penampilan Jokowi dalam foto.
"Tapi ini kan terus digiring-giring opini macam-macam, termasuk misalnya materai 500. Enggak ada materai 500, materainya 100 kan. Targetnya mungkin hanya penggiringan opini publik," ujarnya.
Ia juga membantah keraguan soal foto ijazah Jokowi yang berkacamata, dengan menyatakan banyak teman seangkatannya yang juga berfoto berkacamata. Perubahan penampilan selama puluhan tahun dinilai wajar dan tidak relevan.
Silaturahmi dan Dukungan Teman Seangkatan
Pernyataan Mustoha ini disampaikan usai silaturahmi sejumlah teman seangkatan Jokowi di kediaman Presiden di Solo, Selasa (27/1/2026). Pertemuan itu berlangsung akrab dan penuh canda, sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi Jokowi.
"Dari sidang (Citizen Lawsuit) terus ini kebetulan teman-teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 support sebagai teman. Ada dua orang sebagai saksi... ke sini untuk silaturahmi," jelas Mustoha.
Profil Mustoha Iskandar
Mustoha Iskandar adalah teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980. Ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semasa kuliah. Mustoha menyelesaikan pendidikan S2 di Los Banos, Filipina, dan meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Secara profesional, Mustoha Iskandar saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero). Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi sebagai Direktur Utama Perum Perhutani periode 2014-2019.
Artikel Terkait
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung
Purbaya Tutup Mulut soal Anggaran Perjalanan Dinas Presiden Prabowo, Begini Alasannya