Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Mengada-ada dan Penggiringan Opini

- Jumat, 30 Januari 2026 | 03:25 WIB
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Mengada-ada dan Penggiringan Opini

Mustoha menilai isu ijazah palsu Jokowi sengaja digiring ke hal-hal yang tidak substansial, seperti perdebatan tentang nominal materai dan penampilan Jokowi dalam foto.

"Tapi ini kan terus digiring-giring opini macam-macam, termasuk misalnya materai 500. Enggak ada materai 500, materainya 100 kan. Targetnya mungkin hanya penggiringan opini publik," ujarnya.

Ia juga membantah keraguan soal foto ijazah Jokowi yang berkacamata, dengan menyatakan banyak teman seangkatannya yang juga berfoto berkacamata. Perubahan penampilan selama puluhan tahun dinilai wajar dan tidak relevan.

Silaturahmi dan Dukungan Teman Seangkatan

Pernyataan Mustoha ini disampaikan usai silaturahmi sejumlah teman seangkatan Jokowi di kediaman Presiden di Solo, Selasa (27/1/2026). Pertemuan itu berlangsung akrab dan penuh canda, sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi Jokowi.

"Dari sidang (Citizen Lawsuit) terus ini kebetulan teman-teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 support sebagai teman. Ada dua orang sebagai saksi... ke sini untuk silaturahmi," jelas Mustoha.

Profil Mustoha Iskandar

Mustoha Iskandar adalah teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980. Ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semasa kuliah. Mustoha menyelesaikan pendidikan S2 di Los Banos, Filipina, dan meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Secara profesional, Mustoha Iskandar saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero). Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi sebagai Direktur Utama Perum Perhutani periode 2014-2019.


Halaman:

Komentar