Kapolri vs Jokowi: Dua Sisi Pejuang dengan Agenda Politik Berbeda
Oleh: Erizal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata memiliki satu kesamaan mendasar: sama-sama merupakan pejuang gigih. Namun, perjuangan mereka ditujukan bagi kepentingan dan pendukung yang berbeda. Fakta ini semakin jelas terlihat dalam perkembangan politik terkini.
Pernyataan Tegas Kapolri di Hadapan DPR
Di hadapan anggota Komisi III DPR, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan menolak segala upaya yang ingin menempatkan Polri di bawah kementerian. Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi Polri saat ini adalah harga mati yang harus dipertahankan.
Respons dari anggota Komisi III pun cukup menarik. Mereka menyambut pernyataan Kapolri dengan tepuk tangan, bahkan salah satu anggota meneriakkan, "Menyala Kapolri!". Ketua Komisi III, Habiburokhman, juga membela dengan menyatakan bahwa sikap Kapolri itu merupakan bentuk loyalitas kepada Presiden, bukan pembangkangan.
Komitmen Jokowi untuk PSI di Rakernas
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Jokowi tampil berapi-api di hadapan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar. Presiden menyatakan akan bekerja mati-matian dan habis-habisan untuk kemenangan PSI. Pernyataan ini disambut gegap gempita dan sorakan "Jokowi!" oleh para peserta.
Artikel Terkait
Vidi Aldiano Muncul dalam Mimpi Ibu Setelah 21 Hari: Kisah Haru Pelukan Terakhir
Karyawan Ayam Geprek Tewas Dibungkus Plastik di Bekasi: Kronologi & Motif Penyelidikan Polisi
Duel Khalid bin Walid vs Hormuz: Kisah Lengkap & Strategi Pertempuran Rantai
Oknum Guru MTs Depok Tertangkap di Pamulang Diduga Tularkan HIV, Viral di Medsos