"Itu pesannya, hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elit akan terganggu. Karena banyak pemain-pemain liar di Republik ini," tegas Noel.
Ia juga menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya bisa dibeli. Dengan nada sindiran, Noel bahkan mengubah kepanjangan KPK menjadi "Komisi Penitipan Kasus".
Latar Belakang Kasus Noel Ebenezer
Noel sendiri sedang menghadapi proses hukum sebagai terdakwa penerima gratifikasi. Dalam dakwaan yang dibacakan JPU KPK Asril, Senin (19/1/2026), Noel didakwa menerima uang sebesar Rp3,365 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
Pemberian uang dan motor tersebut diduga terkait dengan jabatannya dan berasal dari aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Ketenagakerjaan serta pihak swasta, dalam kasus pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Perkembangan kasus ini dan pernyataan-pernyataan kontroversial Noel di sidang terus menjadi sorotan publik, terutama terkait implikasinya terhadap citra pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.
Artikel Terkait
Video KKN Lombok Timur Viral 13 Menit: Adegan Asusila di Posko Beralas Seprei Bunga
Aturan BPJPH: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Syaratnya Pakai Logo Nonhalal
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi Dijual di Surabaya, Harga Mulai Rp 310 Juta
Ebook Dokumentasi Puasa Air 17 Hari: Kisah Nyata & Panduan Lengkap