Polemik Data Pengadaan Kapal: Analisis Perbedaan Data Menkeu Purbaya dan Menteri Trenggono

- Kamis, 12 Februari 2026 | 00:25 WIB
Polemik Data Pengadaan Kapal: Analisis Perbedaan Data Menkeu Purbaya dan Menteri Trenggono

Polemik Data Pengadaan Kapal: Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan Menkeu Purbaya dan Trenggono?

Dalam dunia kebijakan publik, data adalah elemen krusial. Namun, apa jadinya ketika dua pejabat tinggi negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, berselisih pandang soal data proyek pembangunan kapal? Perdebatan ini menyoroti isu mendasar dalam tata kelola anggaran dan efektivitas belanja negara di sektor kelautan.

Inti Perbedaan Pernyataan Dua Menteri

Polemik ini mencuat setelah Menkeu Purbaya menyatakan keheranannya karena anggaran untuk pengadaan kapal yang telah dialokasikan belum direalisasikan dengan pesanan ke galangan. Purbaya bahkan membuka kemungkinan data yang dimilikinya keliru.

Di sisi lain, Menteri Trenggono menegaskan bahwa sumber pendanaan proyek kapal berasal dari pinjaman Inggris (UK) yang masih dalam proses, dengan mekanisme yang melibatkan Badan Logistik Pertahanan, di mana KKP hanya berperan dalam fasilitasi teknis.

Mengapa Bisa Terjadi Perbedaan Data Antarkementerian?

Perbedaan persepsi ini dapat dianalisis dari dua sudut pandang:


  • Pendekatan Makro Fiskal (Kemenkeu): Berfokus pada alokasi anggaran, komitmen pembiayaan, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

  • Pendekatan Teknis Sektoral (KKP): Memandang dari tahapan proyek, proses pinjaman luar negeri, dan eksekusi di lapangan.


Halaman:

Komentar