Transjakarta mengambil langkah tegas pasca insiden ini. Armada bus DMR 715 langsung di-grounded atau dihentikan operasinya sementara. Tindakan ini dilakukan untuk menjalani inspeksi menyeluruh (comprehensive check) guna memastikan kelaikan jalan sebelum kembali beroperasi.
Lebih lanjut, pihak Transjakarta juga melakukan pemeriksaan preventif pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong lainnya, dengan fokus pada sistem pendinginnya. "Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pengabaian standar teknis. Hal ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang," tegas Ayu.
Komitmen Transjakarta Terhadap Keselamatan Penumpang
Insiden di Halte Pancoran ini menjadi perhatian serius manajemen Transjakarta. Ayu Wardhani menegaskan bahwa investigasi internal mendalam sedang dilakukan. Setiap armada yang terdampak atau memiliki potensi masalah serupa wajib melalui proses audit teknis yang ketat sebelum dapat kembali melayani masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, mengutamakan standar keselamatan tertinggi bagi seluruh pengguna layanan Transjakarta.
Artikel Terkait
MUI Kutuk Israel Gunakan Bom Vakum di Gaza, 2.842 Warga Lenyap Tanpa Jejak
Taqy Malik Diduga Mark Up Harga Wakaf Al-Quran, Rekan Bisnis Bongkar Modusnya
Ketua BEM UGM Diteror: Kronologi Lengkap, Penyebab Surat ke UNICEF, dan Respons Kampus
DPR Bantah Klaim Jokowi: Revisi UU KPK 2019 Dibahas Bersama Pemerintah