Transjakarta mengambil langkah tegas pasca insiden ini. Armada bus DMR 715 langsung di-grounded atau dihentikan operasinya sementara. Tindakan ini dilakukan untuk menjalani inspeksi menyeluruh (comprehensive check) guna memastikan kelaikan jalan sebelum kembali beroperasi.
Lebih lanjut, pihak Transjakarta juga melakukan pemeriksaan preventif pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong lainnya, dengan fokus pada sistem pendinginnya. "Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pengabaian standar teknis. Hal ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang," tegas Ayu.
Komitmen Transjakarta Terhadap Keselamatan Penumpang
Insiden di Halte Pancoran ini menjadi perhatian serius manajemen Transjakarta. Ayu Wardhani menegaskan bahwa investigasi internal mendalam sedang dilakukan. Setiap armada yang terdampak atau memiliki potensi masalah serupa wajib melalui proses audit teknis yang ketat sebelum dapat kembali melayani masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, mengutamakan standar keselamatan tertinggi bagi seluruh pengguna layanan Transjakarta.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri