"Artinya apa? Sedapat mungkin dibuatlah suasana yang menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada orang yang berpuasa," jelasnya.
Memahami Keberagaman di Masyarakat
Wamenag mengingatkan bahwa umat Islam yang berpuasa perlu memahami bahwa tidak semua orang memiliki kewajiban atau keyakinan yang sama. Keberadaan fasilitas umum, termasuk rumah makan yang tetap buka, adalah hal yang wajar untuk mengakomodasi mereka.
"Kita yang berpuasa harus menyadari, ternyata enggak semua orang berpuasa. Enggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa," ucap Syafii.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan
Lebih lanjut, Syafii menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas landasan keberagaman. Pendekatan yang mengedepankan toleransi dan kebersamaan dinilai jauh lebih tepat dan bijaksana dibandingkan tindakan sweeping atau pemaksaan.
"Harus dipertimbangkan para koridor membangun kebersamaan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka