"Artinya apa? Sedapat mungkin dibuatlah suasana yang menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada orang yang berpuasa," jelasnya.
Memahami Keberagaman di Masyarakat
Wamenag mengingatkan bahwa umat Islam yang berpuasa perlu memahami bahwa tidak semua orang memiliki kewajiban atau keyakinan yang sama. Keberadaan fasilitas umum, termasuk rumah makan yang tetap buka, adalah hal yang wajar untuk mengakomodasi mereka.
"Kita yang berpuasa harus menyadari, ternyata enggak semua orang berpuasa. Enggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa," ucap Syafii.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan
Lebih lanjut, Syafii menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas landasan keberagaman. Pendekatan yang mengedepankan toleransi dan kebersamaan dinilai jauh lebih tepat dan bijaksana dibandingkan tindakan sweeping atau pemaksaan.
"Harus dipertimbangkan para koridor membangun kebersamaan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?