Modus Pencabulan Santriwati di Pesantren Jepara: Dalih Pengobatan hingga Nikah Rahasia
MULTAQOMEDIA.COM - Kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, akhirnya terungkap modus operandinya. Pola kejahatan ini diduga berlangsung berulang sejak 2025 dengan manipulasi yang terstruktur.
Kasus yang viral di media sosial ini bermula usai wisuda Madrasah Aliyah korban pada 26 April 2025. Saat korban mengeluh keseleo dan ingin berobat, ia justru diarahkan menemui pengasuh pondok yang menawarkan pijat penyembuhan.
Menurut pengakuan keluarga, sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil sendirian ke sebuah kamar. Awalnya pelaku memijat kaki korban, namun kemudian meraba bagian tubuh lainnya. Korban diduga berada dalam tekanan psikologis yang membuatnya tidak berdaya.
Modus Nikah Diam-Diam dan Kontrol Melalui Rekaman
Modus lain yang diungkap adalah dalih "nikah diam-diam". Korban dipanggil ke rumah pelaku pada malam hari, diberikan secarik kertas bertulisan Arab mirip ijab kabul serta uang Rp100 ribu. Pernikahan tanpa saksi ini dijadikan legitimasi untuk melanjutkan eksploitasi.
Artikel Terkait
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer
Pesawat Militer AS Terbang di Langit Padang, TNI AU Buka Suara Soal Misi Sebenarnya
Pesawat Militer AS Terdeteksi Terbang di Perairan Barat Padang, Sumatera Barat
Ibu Muda Tewas di Hotel Muara Enim, Mantan Kekasih Jadi Tersangka Pembunuhan