Fenomena "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps: Analisis Citra Politik Jokowi
Alamat rumah pribadi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo mengalami perubahan nama yang viral di Google Maps. Lokasi di Jalan Kutai Utara No. 1 tersebut kini muncul dengan label "Tembok Ratapan Solo", sebuah fenomena yang ditafsirkan sebagai perkembangan citra politik yang semakin negatif.
Tanggapan Pengamat: Ekspresi Publik di Ruang Digital
Pengamat dari Citra Institute, Efriza, menilai perubahan nama ini sebagai pertanda bahwa Jokowi semakin tidak disukai oleh masyarakat. Menurutnya, fenomena ini merefleksikan ekspresi publik terhadap kondisi politik yang sedang berlangsung.
"Penamaan kediaman Pak Jokowi sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps menunjukkan tentang ekspresi ruang digital yang diselaraskan dengan ekspresi publik atas kondisi politik," ujar Efriza dalam keterangannya.
Artikel Terkait
Analisis Ray Rangkuti: Peluang Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Cawapres Prabowo 2029 Kecil, Ini Alasannya
Eggi Sudjana Dukung Habib Rizieq Bekukan TPUA, Ini Langkah Selanjutnya
Analisis Lengkap: Mengapa Banyak Tokoh Senior Berbalik Arah & Meninggalkan Dukungan ke Jokowi?
Kasus Ijazah Jokowi Terbaru: Fakta, Analisis, dan Perkembangan Hukum 2026