Analisis Peluang Petahana di Pemilu 2029: Garuda vs Banteng vs Gajah
Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menilai publik tidak perlu terlalu fokus pada narasi persaingan "Banteng vs Gajah" antara Puan Maharani (PDIP) dan kubu Kaesang Pangarep (PSI) untuk Pemilu 2029. Menurutnya, berdasarkan sejarah pemilu pascareformasi, kekuatan politik petahana justru memiliki peluang lebih besar untuk menang pada periode kedua.
Faktor Keunggulan Kekuatan Petahana
Hensat menjelaskan bahwa posisi petahana biasanya diuntungkan oleh beberapa faktor kunci. Faktor-faktor ini meliputi tingkat pengenalan publik yang tinggi, rekam jejak program yang sudah dapat dievaluasi, serta jejaring politik yang lebih solid dibandingkan dengan penantang baru.
Bukti Historis dari Pemilu Sebelumnya
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu memberikan contoh dari sejarah pemilu. Pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Demokrat berhasil meningkatkan perolehan kursi DPR secara signifikan pada Pemilu 2009. Pola serupa terlihat pada era Joko Widodo yang diusung PDIP, di mana dominasi elektoral bertahan selama dua periode berturut-turut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tantang Pakar Nilai Kinerja, Janjikan Kejutan Ekonomi Indonesia
Luhut Kritik OJK: Komisioner Terlalu Berkuasa Hambat Respons Cepat
Analisis Lengkap: Alasan Demokrat Tolak Pilkada DPRD & Strategi AHY Menuju Pilpres 2029
Presiden Prabowo Minta Kumpulkan Video Ejekan Program MBG, Capai 60 Juta Penerima