Indonesia dan AS Sepakat Transfer Data Lintas Negara, Bagaimana Perlindungannya?
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati transfer data lintas negara untuk kepentingan bisnis. Kesepakatan ini merupakan bagian dari Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara kedua negara.
"Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia," tegas Airlangga dalam pernyataan resmi di Washington, AS, Jumat (20/2/2026).
Jaminan Perlindungan Data Pribadi dalam Kesepakatan
Airlangga memastikan bahwa transfer data yang dilakukan akan tetap mematuhi regulasi perlindungan data konsumen. Pemerintah AS diklaim akan menyetarakan tingkat perlindungan data yang berlaku di Indonesia. Klausul ini termuat dalam Pakta 3 perjanjian dengan tema Perdagangan Digital dan Teknologi.
Pakta tersebut tidak hanya mendorong peningkatan aktivitas perdagangan digital, tetapi juga menyepakati tindakan non-diskriminasi atas produk dan layanan digital asal AS. Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dalam mengantisipasi serangan siber.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka