Mahfud MD Marah ke Alumni LPDP: Kritik Boleh, Hina Negara Jangan!
Pernyataan kontroversial alumni beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang viral dengan narasi “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan” terus menuai respons. Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, memberikan tanggapan menohok yang mengkritik sikap penghinaan terhadap negara, namun sekaligus mengajak pemerintah introspeksi.
Marah Besar, tapi Paham Akar Kekecewaan Publik
Mahfud MD mengaku marah besar saat pertama kali mendengar pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan melecehkan Indonesia di depan publik adalah hal yang menyakitkan, apalagi dari orang yang menikmati manfaat dari negara.
Namun, di sisi lain, Mahfud menilai ekspresi kekecewaan seperti itu tidak muncul dari ruang hampa. Ia menyoroti bahwa perkembangan akhir-akhir ini bisa memicu keputusasaan warga negara. "Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa," ucap Mahfud dalam video di kanal YouTube resminya.
Pemerintah Harus Koreksi Diri dan Berbenah
Mahfud MD menegaskan, meski marah dengan pernyataan Dwi, pemerintah tidak boleh menutup mata. Ia mengingatkan bahwa nasionalisme dan kecintaan pada bangsa bisa luntur jika negara dinilai tidak mampu mengayomi rakyatnya dengan baik.
Ia mencontohkan berbagai persoalan yang sering dikeluhkan masyarakat, seperti perizinan usaha yang rumit, dugaan praktik pungutan tidak resmi, hingga ketidakpastian hukum. Menurutnya, banyak warga yang takut menyampaikan kritik secara terbuka di dalam negeri, sehingga suara dari luar seperti Dwi terdengar lebih keras.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri