Din Syamsuddin Kritik Pertemuan Prabowo dengan Ormas: Monolog dan Berpotensi Malapetaka
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh organisasi masyarakat (ormas) dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan. Menurut pengamat, pertemuan tersebut lebih bersifat monolog daripada dialog yang konstruktif.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Prof. Dr. Din Syamsuddin, dalam keterangan persnya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Pertemuan Monolog Dinilai Sebagai Panacea Semu
Din Syamsuddin menyatakan bahwa pertemuan-pertemuan yang telah berlangsung cenderung satu arah. "Pertemuan-pertemuan itu bersifat monolog, tidak dialogis. Mungkin sejenak bisa menjadi panacea (obat semu), tapi untuk jangka panjang potensial membawa malapetaka. Mengingat situasi global, Indonesia tidak akan sanggup memikulnya," ujarnya.
Pesan untuk Pembantu Presiden: Utamakan Logika, Jangan Abaikan Pakar
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menyampaikan pesan khusus kepada para pembantu terdekat Presiden. Ia meminta agar mereka tidak menyampaikan argumen yang artifisial atau berdalih, tetapi mengedepankan logika dan rasionalitas dalam menanggapi kritik.
"Jangan remehkan pendapat para pakar yang jernih dan loyal kritis. Para pembantu terdekat Presiden agar tidak cenderung berdalih dengan argumen artifisial, tapi mengedepankan logika dan rasionalitas," tegas Din.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri