Din Syamsuddin Kritik Pertemuan Prabowo dengan Ormas: Disebut Monolog dan Berpotensi Malapetaka

- Jumat, 06 Maret 2026 | 05:25 WIB
Din Syamsuddin Kritik Pertemuan Prabowo dengan Ormas: Disebut Monolog dan Berpotensi Malapetaka

Din Syamsuddin Ingatkan Slogan Khas Prabowo: "Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?"

Lebih lanjut, Din Syamsuddin mengingatkan slogan yang pernah diusung Prabowo Subianto sendiri selama kampanye Pilpres 2024. Ia mendorong Presiden untuk segera mengamalkan slogan tersebut dalam kebijakan komunikasinya.

"Saatnya bagi Presiden Prabowo untuk mengamalkan slogannya kala Pilpres dulu: 'Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?' Masih ada waktu sebelum terlambat, dan nasi terlanjur menjadi bubur," pungkasnya.

Latar Belakang Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Ormas

Kritik ini disampaikan menyusul serangkaian pertemuan yang digelar Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada Selasa, 3 Februari 2026, Presiden mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka. Pertemuan itu membahas keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), yang menjadi perhatian publik.

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan penjelasan strategis di balik keputusan Indonesia bergabung dengan BoP.

Selain itu, pada Kamis, 5 Februari 2026, Presiden juga mengundang sejumlah tokoh agama terkemuka Indonesia untuk berbuka puasa di Istana Merdeka. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.


Halaman:

Komentar