Din Syamsuddin Ingatkan Slogan Khas Prabowo: "Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?"
Lebih lanjut, Din Syamsuddin mengingatkan slogan yang pernah diusung Prabowo Subianto sendiri selama kampanye Pilpres 2024. Ia mendorong Presiden untuk segera mengamalkan slogan tersebut dalam kebijakan komunikasinya.
"Saatnya bagi Presiden Prabowo untuk mengamalkan slogannya kala Pilpres dulu: 'Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?' Masih ada waktu sebelum terlambat, dan nasi terlanjur menjadi bubur," pungkasnya.
Latar Belakang Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Ormas
Kritik ini disampaikan menyusul serangkaian pertemuan yang digelar Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada Selasa, 3 Februari 2026, Presiden mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka. Pertemuan itu membahas keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), yang menjadi perhatian publik.
Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan penjelasan strategis di balik keputusan Indonesia bergabung dengan BoP.
Selain itu, pada Kamis, 5 Februari 2026, Presiden juga mengundang sejumlah tokoh agama terkemuka Indonesia untuk berbuka puasa di Istana Merdeka. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI