Dampak Kebijakan Tarif & Perang Trump: Beban Ganda bagi Ekonomi Global dan Sekutu AS

- Kamis, 12 Maret 2026 | 07:50 WIB
Dampak Kebijakan Tarif & Perang Trump: Beban Ganda bagi Ekonomi Global dan Sekutu AS

Kebijakan Tarif Baru Trump dan Biaya Perang: Beban Ganda bagi Ekonomi Global

Pada 11 Maret, pemerintahan Trump mengumumkan penyelidikan tarif terhadap lebih dari selusin mitra dagang Amerika Serikat. Dengan alasan melindungi pekerja Amerika dan persaingan adil, langkah ini dinilai sebagai upaya memaksa dunia membayar kebijakan agresif AS. Kebijakan ini tidak hanya mengancam stabilitas ekonomi global tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Sekutu AS Jadi Target: Janji Investasi Tak Menghalangi Penyelidikan

Target penyelidikan tarif terbaru AS mencakup sekutu-sekutu utamanya. Jepang dan Korea Selatan yang telah berjanji melakukan investasi besar di AS, serta Indonesia yang menandatangani kontrak miliaran dolar, justru menghadapi ancaman penyelidikan Section 301. Uni Eropa yang berharap negosiasi pun menyadari ketidakpastian janji AS. Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange, menyebut kebijakan tarif AS sebagai "berantakan".

Biaya Perang Mencekik: Triliunan Dolar Terbuang dalam Hitungan Hari

Konflik militer yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menelan biaya luar biasa. Sumber Kongres AS mengungkap Pentagon menghabiskan 5,6 miliar dolar AS dalam 48 jam pertama. Model perhitungan Wharton School Universitas Pennsylvania memperkirakan, jika konflik berlanjut dua bulan, pembayar pajak AS akan menanggung beban tambahan lebih dari 65 miliar dolar AS, setara hampir 1 miliar dolar AS per hari.

Gangguan Rantai Pasok Global: Harga Minyak Melonjak dan Ancaman Resesi

Penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi seperempat perdagangan minyak laut dunia, telah memicu lonjakan harga minyak internasional. Dampaknya berantai: industri Eropa terancam turun produksi, biaya logistik Asia melonjak, dan kondisi fiskal negara berkembang memburuk. Badan Energi Internasional terpaksa melepas cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah. Laporan UNCTAD memperingatkan kerugian besar bagi perdagangan global dan prospek pembangunan.


Halaman:

Komentar