Dana George Soros Rp28 Triliun Disalurkan ke Indonesia, Targetkan Penguatan Demokrasi
Jaringan filantropi global milik miliarder George Soros, Open Society Foundations (OSF), diketahui menyuntikkan dana besar ke gerakan masyarakat sipil Indonesia melalui Yayasan Kurawal di Jakarta. Dokumen internal yang bocor mengalokasikan US$1,8 juta (sekitar Rp28 miliar) untuk periode 2026-2028 dengan fokus pada program "penguatan demokrasi".
Rincian dan Sumber Pendanaan
Sebanyak 80% dana atau setara US$1,44 juta berasal langsung dari OSF. Sisanya, 20%, disumbang oleh Taiwan Foundation for Democracy, sebuah lembaga yang berbasis di Taipei dan didanai pemerintah Taiwan untuk program demokrasi internasional.
Alokasi Dana dan Program Strategis
Dana sebesar US$1,8 juta tersebut dialokasikan untuk empat area utama:
- US$500 ribu untuk mobilisasi akar rumput.
- US$500 ribu untuk pengembangan kepemimpinan pemuda.
- US$500 ribu untuk pemantauan pengambilan keputusan publik.
- US$300 ribu untuk menjalin hubungan dengan aktivis, akademisi, dan tokoh agama.
Rencana strategis Yayasan Kurawal 2024-2029 berjudul "Building Bridges, Filling Gaps: Consolidating Civil Society for Dignified and Benevolent Democracy" menyoroti kondisi politik Indonesia. Era pemerintahan Jokowi (2014-2024) digambarkan sebagai "dekade pembongkaran demokrasi", sementara masa kepemimpinan Prabowo Subianto disebut dengan istilah "King of Ashes: Bracing for Prabowo Years".
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?