Dana George Soros Rp28 Miliar untuk Indonesia: Fakta, Program, dan Kontroversi Intervensi Asing

- Rabu, 18 Maret 2026 | 03:50 WIB
Dana George Soros Rp28 Miliar untuk Indonesia: Fakta, Program, dan Kontroversi Intervensi Asing

Lima Jalur Strategi dan Contoh Program Nyata

Strategi ini mendorong lima jalur utama: konsolidasi masyarakat sipil, perebutan ruang politik lokal, pembangunan narasi pluralisme, perluasan advokasi di Papua, dan penghubungan jaringan demokrasi Global Selatan.

Beberapa contoh program konkret yang mendapat hibah meliputi:


  • Program NAHDHAH (Rp1,6 miliar) untuk membangun narasi Islam yang pro-demokrasi dan HAM melalui pesantren.

  • Sekolah Ekologi Politik (Rp217,4 juta) untuk melatih penggerak masyarakat dalam gerakan sosial berkelanjutan.

  • Program Bridging Political Language Divides (Rp1,2 miliar) dengan Universitas Indonesia untuk menghubungkan perjuangan kelas pekerja dengan gerakan demokrasi regional.

Kontroversi dan Tanggapan

Keberadaan OSF di Indonesia kerap dikaitkan dengan tuduhan intervensi asing. Sejumlah analis, termasuk Hendropriyono, menyebut jaringan Soros telah menyalurkan dana ke berbagai LSM untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Media Rusia, Sputnik, pernah menuduh Soros mendanai demonstrasi di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah Prabowo Subianto menggenjot anggaran riset nasional menjadi Rp12 triliun pada 2026 dengan prioritas swasembada pangan dan energi, yang dianggap berbeda dengan agenda "demokrasi" yang didanai pihak asing.

Kebocoran dokumen ini memicu spekulasi mengenai motif di balik pendanaan besar-besaran ini, mulai dari upaya intervensi lunak hingga bentuk solidaritas global, di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.


Halaman:

Komentar