Ia menyebut juga pernah menghubungi seorang menteri UEA untuk pertanyaan serupa. Namun, jawaban yang diterima tetap sama: belum ada kepastian mengenai akhir konflik dan stabilisasi harga minyak.
"Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan," tegasnya.
Pertemuan dengan Dubes Iran dan Harapan Perdamaian
Sebelumnya, Jokowi juga menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya pada Rabu (1/4).
Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan penghormatan atas kedaulatan Iran dan bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan, termasuk dampak kemanusiaan dan keamanan.
"Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional," kata Jokowi.
Ia menyatakan harapannya agar perdamaian dan stabilitas segera kembali ke wilayah Timur Tengah. Sementara itu, Dubes Boroujerdi menyampaikan laporan kondisi lapangan terkini serta keprihatinan atas berbagai serangan yang menimpa Iran.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri