Wacana Baru: Sistem War Tiket Haji Seperti Konser, Antrean Puluhan Tahun Bakal Dihapus?
Wacana perubahan sistem keberangkatan haji kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kali ini, muncul usulan revolusioner untuk mengganti mekanisme antrean panjang dengan sistem war tiket layaknya pembelian tiket konser musik.
Gagasan dari Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan
Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Ia menilai antrean haji di Indonesia yang bisa mencapai puluhan tahun sudah terlalu lama dan perlu dikaji ulang secara mendalam.
"Jujur, ketika kita bicara tentang antrean, pemikiran kami di Kementerian Haji terutama pemikiran dari Wamen saya yang sangat progresif itu muncul: apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman-zaman sebelum ada BPKH?" ujar Gus Irfan dalam sebuah kesempatan.
Mengenal Sistem Lama Sebelum BPKH
Gus Irfan menjelaskan bahwa sebelum adanya pengelolaan dana oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sistem pendaftaran haji tidak mengenal antrean panjang seperti sekarang. Mekanismenya dinilai lebih sederhana dan langsung.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri