"Waktu itu pemerintah mengumumkan biaya haji tahun ini sekian, pembukaan pendaftaran dimulai tanggal sekian sampai tanggal sekian. Silakan yang mau berangkat haji, silakan membayar semacam war tiket," jelasnya mencontohkan.
Masih dalam Tahap Wacana dan Pemikiran
Meski menjadi bahan diskusi yang serius, Gus Irfan menegaskan bahwa ide perubahan sistem ini masih dalam tahap pemikiran awal dan belum menjadi keputusan final pemerintah.
"Apakah perlu kita memikirkan hal seperti itu lagi? Tentu ini bukan hal yang gampang untuk diputuskan. Tapi sebagai sebuah wacana tentu bisa sah-sah saja untuk kita pikirkan," katanya.
Dampak dan Tanggapan Publik
Wacana ini langsung viral dan memantik beragam reaksi dari publik. Saat ini, antrean haji di Indonesia memang dikenal sangat panjang, terutama akibat tingginya minat masyarakat dan keterbatasan kuota tahunan dari Pemerintah Arab Saudi.
Perubahan ke sistem war tiket haji dianggap bisa menjadi solusi untuk mempersingkat waktu tunggu yang selama ini menjadi keluhan utama calon jamaah. Masyarakat kini menunggu perkembangan lebih lanjut dan kajian mendalam dari Kementerian Haji dan Umrah mengenai kelayakan dan implementasi wacana ini.
Artikel Terkait
Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan 2026: Link, Syarat, dan Cara Daftar CSO & AR
Hercules Bantah Klaim Menteri PKP: Siap Kosongkan Lahan Tanah Abang Jika Terbukti Milik Negara
Analisis Runtuhnya MAGA: Bagaimana Perang Iran Picu Pemberontakan Tucker Carlson & Candace Owens
Jetour T1 Lulus Uji Ekstrem Andes & Atacama, Siap Jadi SUV Petualang di Indonesia?