Analisis Dinamika Politik: Peran Avonturir, Ulama, dan Transisi Kekuasaan
Penulis: Damai Hari Lubis
Ketua Korlabi
Kelompok yang diwakili oleh figur seperti Said Didu, Roy, dan Refly Harun, bersama dengan Ikrar N. Bakti serta ekonom Antoni B dan mantan Ketua KPK A. Samad, tidak termasuk dalam barisan politik identitas seperti Barisan Ulama Istiqomah. Interaksi mereka dengan kalangan ulama lebih bersifat kunjungan politis praktis.
Mereka adalah mantan pejabat publik dari era pemerintahan SBY dan Jokowi. Muncul tudingan publik bahwa mungkin ada kekecewaan pribadi, misalnya Refly sebagai eks-Komisaris Pelindo, terhadap pemerintahan Jokowi, terutama terkait figur seperti Erick Thohir yang tetap bertahan di kabinet.
Pengaruh SP3 dan Pergeseran Kekuatan
Keaktifan kelompok ini dalam menyoroti berbagai isu diduga terkait dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk dua tokoh aktivis ulama, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Dinamika transisi kekuasaan saat ini menciptakan situasi di mana kelompok politisi pragmatis berusaha mencari celah pengaruh.
Secara historis, basis politik tertentu sejak era Reformasi 1998 dikenal tidak sejalan dengan figur Prabowo Subianto. Basis ini juga kerap mengkritik Jokowi, yang dianggap tidak dekat dengan barisan ulama tertentu. Kini, kelompok avonturir politik tersebut terlihat semakin melemah pascaditinggalkan oleh beberapa tokoh kunci.
Artikel Terkait
Menu MBG Nabire Mewah Saat Gibran Kunjungi: Rendang hingga Viral di Medsos
3 Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, hingga Tol Kena PPN
Vaksin HPV untuk Laki-Laki Dimulai 2026: Sasaran, Manfaat, dan Strategi Cegah Kanker Serviks
Polemik Ijazah Jokowi Menurut Pengacara: Tak Selesai Meski Ditunjukkan ke Publik