Rocky Gerung Sebut Wacana Pajak Kapal di Selat Malaka Berisiko Picu Kemarahan China dan Tekanan Global

- Kamis, 23 April 2026 | 10:00 WIB
Rocky Gerung Sebut Wacana Pajak Kapal di Selat Malaka Berisiko Picu Kemarahan China dan Tekanan Global

MULTAQOMEDIA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan rencana pemungutan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka. Ide ini disebut terinspirasi dari kebijakan Iran di Selat Hormuz. Namun, pengamat politik Rocky Gerung menilai usulan tersebut sangat berisiko dan dapat memicu ketegangan geopolitik global.

Menurut Rocky, Selat Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat vital. Kebijakan pajak di jalur tersebut bisa berdampak luas terhadap hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain, terutama China.

"Tanda apa itu? Tanda kepanikan," ujar Rocky dalam acara 'Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik' di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Ia juga menyoroti potensi tekanan internasional jika kebijakan ini benar-benar diterapkan. "Coba bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Indonesia akan ditekan. Dianggap menghalangi jalur ekonomi mereka," tegasnya.


Halaman:

Komentar