MULTAQOMEDIA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan rencana pemungutan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka. Ide ini disebut terinspirasi dari kebijakan Iran di Selat Hormuz. Namun, pengamat politik Rocky Gerung menilai usulan tersebut sangat berisiko dan dapat memicu ketegangan geopolitik global.
Menurut Rocky, Selat Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat vital. Kebijakan pajak di jalur tersebut bisa berdampak luas terhadap hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain, terutama China.
"Tanda apa itu? Tanda kepanikan," ujar Rocky dalam acara 'Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik' di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia juga menyoroti potensi tekanan internasional jika kebijakan ini benar-benar diterapkan. "Coba bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Indonesia akan ditekan. Dianggap menghalangi jalur ekonomi mereka," tegasnya.
Artikel Terkait
Pengusaha Tersangka! Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Jadi Tambak Udang, Negara Rugi Rp32 Miliar
Kejagung Belum Kabulkan Justice Collaborator Sony Sonjaya, Kasus Korupsi MBG Masih Dikaji
4 ASN Jambi Viral Pamer Gaji ke-13 untuk Beli iPhone 17 Pro Max dan Emas, Sekda Murka
Skandal Korupsi Motor Listrik Emmo BGN: Andri Mulyono Tersangka Kelima, Markup Harga Terungkap