Rocky menilai wacana ini kontradiktif dengan narasi pemerintah yang menyebut kondisi ekonomi nasional baik. "Ini satu-satunya yang bilang ekonomi baik. Tapi kenapa ingin ‘mencekik’ Selat Malaka?" sindirnya.
Lebih lanjut, ia menduga kebijakan ini muncul akibat tekanan kebutuhan anggaran negara yang besar, termasuk beban utang. Menurutnya, langkah berisiko seperti ini bisa menjadi respons atas tekanan fiskal yang semakin berat.
Rocky bahkan menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pihak yang membahayakan kepentingan negara. "Yang bisa di-impeach dalam pengertian Inggris, dia adalah Purbaya. Dia membahayakan negara," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan wacana ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 22 April 2026. "Kapal lewat Selat Malaka nggak kita charge ya, sekarang Iran meng-charge kapal lewat Selat Hormuz, kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan," ujarnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri