Kaltim Darurat Politik Dinasti: Ancaman Gurita Kekuasaan Keluarga Masud yang Mengakar

- Jumat, 24 April 2026 | 00:00 WIB
Kaltim Darurat Politik Dinasti: Ancaman Gurita Kekuasaan Keluarga Masud yang Mengakar





Oleh: Rosadi Jamani

Demo Besar Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) jangan sampai berakhir sia-sia. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Politik Dinasti Keluarga Mas'ud yang semakin mengakar dan mengkhawatirkan.

Kaltim hari ini bagaikan hutan hujan tropis yang kehilangan keseimbangan ekosistem. Pohon-pohon raksasa memang masih berdiri kokoh dengan akar yang menjalar ke segala penjuru. Namun, sinar matahari untuk pertumbuhan tanaman kecil nyaris tidak pernah mencapai tanah. Di tanah yang sama, tempat Sungai Mahakam mengalir tenang membawa sejarah panjang peradaban, kini mengalir pula cerita tentang kekuasaan yang berputar di lingkar keluarga.

Bara tambang mungkin membakar perut bumi, tetapi yang benar-benar memanaskan Kaltim saat ini adalah bara politik yang membara bagaikan api dalam sekam. Diam, namun menghanguskan. Bayangkan Kaltim sebagai hutan lebat yang seharusnya memiliki ekosistem seimbang antara predator, mangsa, dan penjaga alam. Kenyataannya, satu spesies mendominasi seluruh rantai makanan.

Rudy Mas'ud berdiri seperti pohon ulin raksasa yang kokoh, mahal, dan sulit tumbang. Sementara Hasanuddin Mas'ud menjadi akar yang menyusup ke tanah kekuasaan. Harapannya, akar dan batang saling menjaga keseimbangan. Realitasnya, mereka seperti satu organisme yang sama yang tumbuh dari benih keluarga yang sama. Di kota-kota, cabang-cabang kekuasaan terus melebar. Rahmad Mas'ud menguasai Balikpapan, kota minyak yang menjadi denyut ekonomi Kaltim. Abdul Gafur Mas'ud pernah memimpin wilayah strategis di sekitar IKN Nusantara sebelum tersandung operasi tangkap tangan oleh KPK. Ini bukan lagi sekadar jaringan kekuasaan, melainkan seperti akar bakau yang saling terkait, sulit dipisahkan, dan semakin kuat ketika air pasang kekuasaan datang.


Halaman:

Komentar