MULTAQOMEDIA.COM - Ketua DPP Partai Golkar, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk membangun sistem kaderisasi dan sirkulasi kepemimpinan yang sehat di internal partai politik.
Pernyataan ini disampaikan Yahya sebagai respons terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang merekomendasikan agar jabatan ketua umum partai politik dibatasi maksimal dua periode kepemimpinan.
"Di Golkar sendiri, secara realitas politik, ketua umum maksimal hanya menjabat 2 periode. Jadi saya setuju jika masa jabatan ketua umum parpol dibatasi hanya 2 periode," ujar Yahya, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Partai Golkar sudah menjadi budaya organisasi. Menurut Yahya, Golkar sejatinya telah menerapkan usulan tersebut jauh sebelum KPK menyampaikannya.
"Bagi Golkar, hal itu sudah biasa. Supaya kekuatan partai tidak bergantung hanya pada satu figur saja. Tetapi perlu ada kaderisasi, sirkulasi kepemimpinan, dan peremajaan politik," jelasnya.
Di sisi lain, kebijakan ini dinilai sejalan dengan meningkatnya jumlah pemilih dari kalangan Gen Z dan milenial. Pada Pemilu 2029, diperkirakan kelompok ini akan mencapai 60-70 persen dari total pemilih.
Artikel Terkait
Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Diperiksa Intensif Bareskrim, Aset TPPU Disita
Deretan Mantan Panglima TNI Hadiri Pertemuan dengan Menhan, Andika Perkasa hingga Gatot Nurmantyo
Selat Malaka vs Selat Hormuz: Gagasan Tarif Lintas Kapal yang Bikin Singapura Bereaksi
Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah Usai Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Berani?