Pembunuhan Sadis Barito Utara: 5 Anggota Satu Keluarga Dibantai Habis Akibat Sengketa Tanah

- Sabtu, 25 April 2026 | 23:25 WIB
Pembunuhan Sadis Barito Utara: 5 Anggota Satu Keluarga Dibantai Habis Akibat Sengketa Tanah





Oleh: Rosadi Jamani

Tragedi pembunuhan sadis mengguncang Barito Utara. Satu keluarga berisi lima jiwa dibantai habis, dari dewasa hingga anak kecil. Peristiwa ngeri ini terjadi hanya karena sengketa sebidang tanah.

Di bawah langit Barito Utara yang malam itu membeku, sebuah tragedi berdarah menorehkan luka mendalam. Pada Sabtu malam, 19 April 2026, sekitar pukul 22.00 WITA, sebuah rumah sederhana di Dusun Benangin II, Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, menjadi saksi bisu pembantaian keji. Kematian datang bukan sebagai takdir, melainkan akibat keserakahan manusia yang kehilangan nurani.

Lima nyawa melayang dalam satu malam hanya karena sengketa tanah. Tanah yang tetap diam dan bisu, sementara manusia saling membantai demi memilikinya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, berubah menjadi panggung pembantaian.

Cuah, 55 tahun, kepala keluarga yang hanya ingin mempertahankan hak dan menjaga keluarganya, meregang nyawa di tangan sesama manusia. Hasna, 40 tahun, istri yang mungkin baru saja menyiapkan makan malam, harus mengakhiri hidup dengan cara mengerikan. Tasya Haulina, gadis 17 tahun yang seharusnya merancang masa depan, kehilangan nyawa di malam berdarah itu. Ono, 50 tahun, yang berada di tempat tanpa tahu maut menunggu, ikut menjadi korban kebrutalan.

Puncak kepedihan tragedi ini adalah David, bocah berusia 3 tahun. Anak sekecil itu belum paham arti sengketa, hak milik, atau kebencian. Ia hanya tahu malam adalah waktu tidur dan bermimpi. Namun, ranjang tempatnya terlelap berubah menjadi tempat terakhir ia bernapas. Seorang balita tak berdosa menjadi korban kerakusan orang dewasa yang menilai harta lebih berharga dari nyawa.


Halaman:

Komentar