Korban Kyai Ashari Buka Suara: Modus Perintah Guru Toriqoh Mesir untuk Tidur Bareng dan Telan Air Mani

- Jumat, 08 Mei 2026 | 13:50 WIB
Korban Kyai Ashari Buka Suara: Modus Perintah Guru Toriqoh Mesir untuk Tidur Bareng dan Telan Air Mani



MULTAQOMEDIA.COM - Seorang korban Kyai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren di Pati, akhirnya buka suara. Ia mengungkap modus operandi pelaku yang menjeratnya selama bertahun-tahun.

Melalui kanal YouTube Denny Sumargo, korban menceritakan pengalamannya selama tiga tahun berada di pondok pesantren tersebut. Ia mengaku tidak mencium keanehan atau kecurigaan terhadap pelaku pada awal masa tinggalnya.

"Sudah tiga tahun, tidak ada masalah (perlakuan aneh). Baik, alhamdulillah tidak ada (Kyai macam-macam). Kalau ngobrol ya ngaji, sampai mana belajarnya, gimana," ungkap korban.

Kyai Ashari diketahui tidak mengajar di pondok. Ia hanya tinggal di lokasi dan memberikan ceramah setiap hari Jumat. "Tidak ngajar, Pak Yai ceramah tiap hari Jumat. Ada di situ tapi tidak ngajar, tinggal di situ," jelasnya.

Korban juga membeberkan bahwa Ashari tidak memiliki tempat tinggal tetap. "Pak Yai tidak menetap, tidurnya ganti-ganti. Dulu tidak ada tempat tetap, sesuai keinginannya," tambahnya.

Awalnya, korban hanya diminta memijat, yang kemudian berlanjut ke ciuman di pipi. Korban menyebut hal ini dianggap lumrah di kalangan santriwati yang bertugas di bagian ndalem. "Awal mula bertahap disuruh mijeti, terus dicium kanan kiri (pipi). Di situ biasa, kalau ndalem sudah biasa kalau santri salim aja," katanya.

Ashari juga sering mengajak korban ziarah. Saat ziarah, korban biasanya diminta menemani tidur. "Sering juga diajak ziarah, shalawat. Biasanya berdua, kadang ramai. Tidak curiga karena melekatnya nurut," ujarnya. "(Saat ziarah) biasanya diajak nemenin tidur, tidak sampai berhubungan sih, tidur satu kamar tok," jawab korban.

Korban mengakui bahwa pelaku memperdayanya secara perlahan namun pasti. Saat korban sudah terjebak, Kyai Ashari baru menyebut bahwa apa yang dilakukannya adalah perintah dari guru toriqoh atau ajaran guru dari Mesir. Korban juga diperdaya dengan dalih memiliki penyakit hati yang cara penyembuhannya, menurut Ashari, adalah dengan tidur bersama tersebut.

"Di sana ada guru toriqoh. Menurut Kyai, guru toriqoh bilang menyembuhkan sakit. Bilangnya saya banyak iri, banyak penyakit dalam lah, dengki, banyak fitnah. Obatnya gini (tidur bareng), salah satunya," tambahnya.

Kuasa hukum korban menjelaskan bahwa lama kelamaan Ashari meminta dilayani dengan memasukkan air mani melalui aktivitas seksual. Pelaku menyebut hal ini agar korban diterima dan diakui oleh Nabi serta umat. "Keinginannya agar memasukkan alat kelamin ke mulut agar air mani ditelan agar diakui oleh Nabi, umat, dan guru toriqoh," ujar kuasa hukum korban. "Apa yang dilakukan oknum ini bilangnya disuruh guru toriqoh guru Mesir," kata ayah korban.

Komentar