Rupiah Babak Belur, Presiden Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menteri Keuangan ke Istana
Presiden Prabowo Subianto memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (18/5). Pemanggilan ini dilakukan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin dalam, mendekati level 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Kedatangan Pejabat Tinggi Negara ke Istana
Berdasarkan pantauan, Perry Warjiyo tiba di Istana sekitar pukul 16.00 WIB. Ia memasuki area Istana melalui gerbang 'pilar' yang menghadap ke Jalan Juanda. Saat dimintai konfirmasi, Perry enggan memberikan komentar terkait kehadirannya maupun situasi nilai tukar rupiah yang melemah. "Terima kasih, terima kasih, ya," ujar Perry singkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menunjukkan sikap serupa. Ia belum bersedia memberikan keterangan mengenai agenda rapat terbatas sore itu. "Saya belum tahu, saya diundang saja nih. Nanti saja setelah pertemuan baru bicara ya," jelas Purbaya.
Daftar Menteri yang Hadir dalam Rapat
Selain Perry dan Purbaya, Presiden Prabowo juga mengundang sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya. Beberapa nama yang hadir antara lain:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
- Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto
Tekanan Politik terhadap Gubernur BI
Kehadiran Perry ke Istana hari ini merupakan yang kedua kalinya sepanjang bulan ini. Gubernur BI saat ini tengah menghadapi tekanan politik akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?