Rupiah Babak Belur ke 17.700, Presiden Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana

- Senin, 18 Mei 2026 | 15:00 WIB
Rupiah Babak Belur ke 17.700, Presiden Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana

Salah satu tekanan datang dari Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Primus Yustisio. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI dengan Bank Indonesia pada hari yang sama, Primus mendesak Perry untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Primus menilai kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan anomali. Kurs rupiah terus melemah meskipun data kinerja ekonomi menunjukkan pertumbuhan mencapai 5,61% pada kuartal I 2026.

"Menurut saya pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust dan menyampingkan kredibilitasnya," tegas Primus dalam rapat bersama Bank Indonesia di DPR.

Panggilan Sebelumnya ke Istana

Sebelumnya, Perry juga dipanggil menghadap Presiden Prabowo ke Istana pada 5 Mei lalu ketika kurs rupiah menembus 17.400 per dolar AS. Saat itu, ia hadir bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya, yakni Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Menteri Keuangan Purbaya.

Data Pergerakan Kurs Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini ditutup melemah 0,4% ke level 17.666 per dolar AS. Rupiah dibuka di level 17.628 per dolar AS dan sempat bergerak di rentang 17.627 hingga 17.684 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan eksternal seiring aksi investor yang melepas aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Pernyataan Kontroversial Presiden Prabowo soal Dolar

Pelemahan rupiah terjadi hanya berselang sehari setelah pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5), Prabowo menyebut pelemahan dolar AS tidak berdampak pada warga desa.

"Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu (rupiah) kek, kalian di desa-desa tidak pakai dolar," ujar Prabowo dalam sambutannya yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden juga menuding pihak yang khawatir dan pusing terkait kurs rupiah adalah orang-orang yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia meyakini ekonomi Indonesia dan fundamentalnya tetap kuat. "Orang mau bilang apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita," pungkasnya.


Halaman:

Komentar

Terpopuler