Ilma mengaku sudah berusaha mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah melakukan tuduhan tersebut. Namun, Hercules tetap menolak penjelasan yang diberikan.
Hercules bahkan diduga mengintimidasi Ilma dengan menunjukkan pistol miliknya. Ia kemudian melepaskan tembakan tepat di depan Ilma. "Dor, dor! dua kali ditembakkan," kata Ilma.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, membantah pihaknya menyandera putri Ahmad Bahar. Ia justru menyebut bahwa putri Ahmad Bahar datang ke kantor DPP GRIB Jaya sebagai utusan sang ayah.
"Ia mengutus putrinya untuk datang, dan sang anak mengaku kehilangan kontak, tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami," ujar Marcel.
Marcel juga mengklaim bahwa saat mendatangi rumah Ahmad Bahar, pihaknya telah melakukan koordinasi dan seluruhnya dikawal serta didampingi oleh Ketua RW setempat. "Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum," pungkas Marcel.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri