Namun, ia mengingatkan agar kreativitas di media sosial tetap digunakan secara bijak dan tidak mengandung unsur SARA yang berpotensi memecah persatuan bangsa. "Teman-teman ya, cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, socmed ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, karena apa? Itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa," tuturnya.
Menurut Bahlil, kebebasan berekspresi dan kreativitas masyarakat harus dihargai selama berada dalam koridor yang positif. "Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," katanya.
Sebagai pejabat publik, Bahlil juga memahami konsekuensi menjadi sorotan masyarakat, termasuk menjadi bahan candaan atau konten kreatif. "Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya," ujarnya.
Lagu "MBG Mas Bahlil Ganteng" diketahui viral di media sosial dan banyak digunakan netizen untuk unggahan mereka. Berikut penggalan lirik lagu tersebut:
MBG, Mas Bahlil ganteng
Buah apa yang paling manis?
Buahlil
Tambah ganteng aja
My little bolu ketan
Lagu ini diduga bukan diciptakan oleh komposer, melainkan menggunakan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Artikel Terkait
Hadiah Piala Dunia Spanyol Rp 895 M Terancam Dipotong Pajak 30% oleh AS
Demo Ricuh di Kejagung: Massa Tuntut Penangkapan Febrie Adriansyah
Conor McGregor Rugi Rp1,79 Miliar Usai Taruhan Final Piala Dunia 2026 Gagal
Presiden Prabowo Lantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia