Biaya Perjalanan Negara yang Besar
Dino menjelaskan bahwa setiap perjalanan kenegaraan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Komponen biaya tersebut meliputi tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan, uang harian delegasi, hingga perangkat pendukung lainnya. "Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar (biaya) puluhan, bahkan ratusan miliar," jelasnya.
Oleh karena itu, Dino mengajukan lima usulan strategis untuk meningkatkan efisiensi diplomasi Indonesia.
- Mengoptimalkan Teknologi Komunikasi
Dino mendorong penggunaan video call atau sambungan telepon untuk menjaga komunikasi dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, sebagian besar pertemuan bilateral hanya membahas inti selama satu hingga dua jam, sementara sisanya bersifat seremonial. "Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri," tuturnya. - Menerapkan Formula "1 plus 8"
Setiap kunjungan ke forum internasional sebaiknya dimanfaatkan untuk bertemu lebih banyak kepala negara. Dino mengusulkan formula satu perjalanan internasional yang dibarengi delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain. - Perencanaan yang Profesional dan Transparan
Kunjungan luar negeri presiden perlu direncanakan secara profesional dan diumumkan secara lebih terbuka kepada publik. Dino mengeklaim sejumlah perjalanan dilakukan tanpa informasi yang memadai sebelumnya. - Menerima Lebih Banyak Kunjungan di Dalam Negeri
Dino menyarankan agar Presiden Prabowo lebih banyak menerima kunjungan kepala negara di Indonesia. Ia mencontohkan Presiden China, Xi Jinping, yang lebih sering menerima tamu negara di Beijing. - Delegasi Tugas ke Menteri Luar Negeri
Sebagian misi diplomatik yang bersifat taktis dapat dijalankan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Langkah ini dinilai dapat mengurangi biaya perjalanan negara secara signifikan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?