Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, memberikan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri. Menurut Dino, intensitas kunjungan kenegaraan yang tinggi dapat ditekan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh seperti video call.
Pernyataan ini disampaikan Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal. Ia menyoroti bahwa tingginya mobilitas Presiden Prabowo ke berbagai negara telah menjadi sorotan publik dan dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri," ujar Dino.
Ia juga membenarkan kekhawatiran masyarakat yang menganggap frekuensi kunjungan kerja presiden sudah tidak wajar. "Tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," tambahnya.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?