Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, memberikan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri. Menurut Dino, intensitas kunjungan kenegaraan yang tinggi dapat ditekan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh seperti video call.
Pernyataan ini disampaikan Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal. Ia menyoroti bahwa tingginya mobilitas Presiden Prabowo ke berbagai negara telah menjadi sorotan publik dan dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri," ujar Dino.
Ia juga membenarkan kekhawatiran masyarakat yang menganggap frekuensi kunjungan kerja presiden sudah tidak wajar. "Tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," tambahnya.
Artikel Terkait
Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numpor Tewaskan 5 Orang, Diduga Akibat Ulah Warga
Jenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Rumah Duka Cikeas, Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman
Kisah Ryamizard Ryacudu & Prabowo: Dihukum Panjat Tiang Listrik karena Lupa Sapta Marga
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia Usai Dirawat di Ruang CICU RSPAD