Ketika ditanya apakah pergantian pimpinan ini berkaitan dengan masalah anggaran, Prasetyo belum memberikan jawaban rinci. Ia hanya menyebutkan bahwa seluruh aspek saat ini masih dalam proses pemeriksaan internal.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari yang sekali lagi kami sampaikan, itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kita lakukan karena kita memang menghendaki Badan Gizi Nasional ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah memutuskan untuk mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakil kepala, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya. Posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik S. Deyang, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pemerintah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas nasional. Program ini akan terus berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat dan tata kelola yang lebih baik.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?