Ketika ditanya apakah pergantian pimpinan ini berkaitan dengan masalah anggaran, Prasetyo belum memberikan jawaban rinci. Ia hanya menyebutkan bahwa seluruh aspek saat ini masih dalam proses pemeriksaan internal.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari yang sekali lagi kami sampaikan, itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kita lakukan karena kita memang menghendaki Badan Gizi Nasional ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah memutuskan untuk mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakil kepala, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya. Posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik S. Deyang, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pemerintah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas nasional. Program ini akan terus berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat dan tata kelola yang lebih baik.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri