Intimidasi verbal berubah menjadi teror fisik. "Salah satu dari lima orang tersebut menempelkan sesuatu seperti pisau dan berkata, 'cabut laporan lo, atau gw bunuh lo, gw tidak takut biarpun suami lo anggota Polisi!'" ujar RL dengan suara bergetar, Minggu (7/6/2026).
Trauma Mendalam dan Hidup dalam Ketakutan
RL mengaku syok dan tak bisa berkata-kata. Suaminya yang jarang di rumah karena tugas negara di Bareskrim membuatnya memilih menyelamatkan diri ke dalam rumah untuk menghindari pertumpahan darah.
Meski peristiwa sudah berlalu beberapa pekan, luka psikologis RL belum pulih. Ia tak lagi berani keluar rumah dan selalu cemas saat melihat orang asing. "Ya saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap agar saya tidak selalu ketakutan," rintihnya.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi telah dilakukan kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra. Namun, pihak kepolisian belum memberikan respons terkait perkembangan kasus ini.
Artikel Terkait
PDIP Sejak Awal Deteksi Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Kejagung Usut Tuntas
Skandal Korupsi Rp268 Triliun: 4 Celah Sistemik Program Makan Bergizi Gratis yang Terungkap
Jaringan Pemerasan Sistemik Imigrasi: Struktur, 8 Tersangka, dan Peran Silmy Karim sebagai Dalang
Sony Sanjaya Bongkar Nama Besar di Balik Dugaan Jual Beli Dapur Program MBG