Kejagung juga mengungkap bahwa Dadan Hindayana terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini menjadi titik terang dalam pengusutan dugaan korupsi tata kelola program nasional tersebut.
Modus Pengaturan Mitra SPPG
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa program MBG sejatinya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima. Namun, dalam praktiknya, banyak SPPG yang ditunjuk justru karena memiliki hubungan afiliasi dengan petinggi BGN.
"Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).
Syarief menambahkan, aksi pengaturan tersebut dilakukan Dadan bersama dua eks Wakil Kepala BGN. Sebagai imbalannya, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.
"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," tuturnya.
Dampak dan Pengembangan Kasus
Pengajuan justice collaborator oleh Sony Sonjaya diharapkan dapat membuka tabir keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus korupsi yang merugikan negara ini. Dengan adanya pengakuan dan data dalam BAP, penyidik memiliki peluang lebih besar untuk mengungkap jaringan korupsi secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Kapal Pesiar J7 Explorer Haji Isam Viral: Ternyata Ini Misi Rahasia Kemhan untuk Ketahanan Pangan di Papua
Gempa Flores M 7,7: Ibu dan Bayi Ditemukan Tewas Berpelukan di Reruntuhan Manggarai
Gempa NTT M7,7: Gudang Bulog Rusak, 30 Ton Beras & Logistik Darurat untuk Manggarai
Kemhan Buka Suara soal Kapal Pesiar Mewah Berlogo Kementerian: Bukan Aset Negara, Ternyata Ini Fungsinya untuk Program Ketahanan Pangan