Sebelumnya, BEM SI Kerakyatan wilayah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, sebagai bentuk kritik terhadap kinerja DPR RI yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Koordinator Daerah BEM SI Jakarta, Farizal, mengatakan pihaknya sengaja memilih lokasi di depan gedung parlemen agar aspirasi mereka langsung disampaikan kepada wakil rakyat. Ia menilai DPR RI dalam satu bulan terakhir tidak menunjukkan kinerja yang pro-rakyat. "Kami merasa bahwa DPR satu bulan ini tidak bekerja. DPR satu bulan ini tidak menunjukkan sikap pro terhadap rakyat,” tutur Farizal kepada wartawan di lokasi. Ia juga menyoroti dugaan fokus DPR yang dinilai hanya pada pembahasan RUU Polri, sementara berbagai persoalan masyarakat tidak direspons dengan baik. Menurutnya, DPR juga dinilai lebih banyak diam terhadap kebijakan pemerintah dan kementerian. Selain itu, BEM SI menilai DPR RI cenderung memprioritaskan isu yang dianggap menguntungkan pihak tertentu, sehingga dinilai telah mengabaikan kepentingan rakyat.
Dalam aksinya, massa BEM SI Kerakyatan menolak untuk masuk ke dalam gedung DPR dan meminta perwakilan dewan keluar untuk menemui mereka secara langsung. “Kami tidak mau untuk kami yang masuk ke dalam, dan kami ingin perwakilan daripada dewan perwakilan rakyat menemui massa aksi di sini. Kita duduk bersama-sama, kita berpanas-panasan di sini, tidak duduk diam karena lagi-lagi diam adalah sebuah pengkhianatan,” ucapnya. BEM SI Kerakyatan juga membawa sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi kembali pengesahan RUU Polri, stabilisasi nilai tukar rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN. Kemudian evaluasi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga meminta pemerintah mengakui kegagalan dalam kepemimpinan. Dalam orasinya, massa aksi menegaskan mahasiswa bukan musuh negara dan menyatakan diri sebagai representasi suara rakyat. "Ini bukti mahasiswa cinta negeri ini, bahwa mahasiswa bukan antek-antek asing!” teriak orator. “Di sini kami bukan hanya sebagai mahasiswa, tapi sebagai wakil rakyat. Kami lah wakil rakyat sebenarnya, teman-teman! Bukan yang ada di dalam!” teriak orator yang lain.
Artikel Terkait
50 Tokoh Siap Jadi Penjamin, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Krisis Kepercayaan di Balik Program MBG: Korupsi Bukan Sekadar Kebocoran Teknis
Roy Suryo Ajukan Penangguhan Penahanan, 50 Tokoh Nasional Siap Jadi Penjamin
Din Syamsuddin: Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan, Siap Jadi Penjamin