Demo Monas: PMKRI Pasang Foto Prabowo Gibran di Salib Merah, Simbol Dua Pendosa

- Rabu, 17 Juni 2026 | 12:00 WIB
Demo Monas: PMKRI Pasang Foto Prabowo Gibran di Salib Merah, Simbol Dua Pendosa





Demo Monas: PMKRI Pasang Foto Prabowo Gibran di Salib Merah, Simbol Dua Pendosa

MULTAQOMEDIA.COM - Aksi demonstrasi spektakuler digelar oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat di kawasan Monas. Aksi pasang foto Prabowo Gibran di salib merah menjadi pusat perhatian publik dan simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Kronologi Aksi Pasang Foto Prabowo Gibran di Salib Merah

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi membawa tiga buah salib berwarna merah mencolok. Dua salib di sisi kanan dan kiri ditempeli foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain simbol salib, mereka juga membentangkan banner besar berisi rentetan tuntutan kepada pemerintah.

Makna Filosofi Tiga Salib Merah dalam Demo PMKRI

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menjelaskan makna di balik simbolisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penggunaan salib merah tidak berkaitan dengan aspek keagamaan, melainkan sebagai representasi gerakan perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.

"Salib merah merupakan simbol perlawanan. Salib bukanlah simbol religius bagi umat Kristiani, tetapi lebih daripada itu, salib merupakan simbol keberanian, simbol perlawanan terhadap penindasan, simbol perlawanan terhadap ketimpangan, simbol perlawanan terhadap ketidakadilan," jelas Yohanes.

Kisah Penyaliban Yesus dan Simbolisasi Prabowo Gibran

Yohanes mengisahkan penyaliban Yesus Kristus yang disalib di antara dua orang berdosa. Dua orang pendosa inilah yang disimbolkan oleh Prabowo dan Gibran. "Foto tersebut atau salib tersebut kita angkat dari kisah penyaliban Yesus Kristus di mana Yesus disalib di antara dua orang berdosa. Nah, dua orang berdosa tersebut dalam konteks yang kali ini kami angkat tentunya adalah Prabowo dan Gibran," terangnya.


Halaman:

Komentar